Saya akui sejujurnya, satu tahun di Panumbangan seakan tak ada bekas keberhasilan. Tak ada jejak manis bagi masyarakat di sana, bagi santri yang kerap bercengkrama, bagi usaha yang dulunya dirintis, dan lain-lain, selain saya punya kenalan, teman, sahabat, saudara yang lumayan bisa dibilang tidak sedikit.

Namun, Panumbangan bagi saya sangat mengesankan. Saya suka akan “kota mungil” sudut salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah hukum Daerah Tingkat II Kabupaten Ciamis ini.

Daerah yang subur dan iklim usaha yang menarik, serta masyarakat yang terbuka. Setidaknya saya hidup selama 1 tahun di sana tidak mengalami kesulitan untuk bergerak, bergaul dan berusaha.

Panumbangan juga sangat indah. Salah satu kecamatan yang berada di daerah kaki Gunung Sawal ini memiliki daerah yang menarik untuk dikunjungi dan obyek wisata untuk melepas lelah. Terlebih cuaca yang sangat sejuk. Tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin.

Saya betah di Panumbangan.

Awal Datang Ke Panumbangan.

Singkat cerita saya bersepakat untuk membuat sebuah koperasi perunggasan di Panumbangan. Kebetulan daerah ini terdapat satu yang saya kenal adalah peternak ayam yang sangat besar dengan luas area peternakan yang luas. Memiliki SMK Unggas dan Pesantren yang santrinya banyak menjadi siswa SMK di sana.

Namun entah kenapa pendirian koperasi ini mengalami stagnan setelah fasilitas kantor tidak disetujui oleh sang ketua. Padahal sudah mendapat dukungan penuh dari Dekopin Pusat yang kebetulan teman lama saya. Namun sayang usaha ini tidak berlanjut seblum berdiri.

Saya harus memikirkan cara lain, yakni mencoba untuk mengenalkan kepada ex siswa SMK untuk berkenalan dengan bisnis online. Harapannya akan berdiri sebuah usaha yang dirintis kaum milenial dari pesantren dan SMK.

Alhamdulillah untuk usaha rintisan sangat menggembirakan. Peminatnya belasan.  Untuk sementara memanfaatkan ruang lab komputer SMK yang komputernya sangat melimpah.

Dengan perlahan, saya mencoba mengenalkan apa itu bisnis online dan bagaimana memulai. Lumayan ada penjualan dari berbagai upaya penjualan dengan cara dropship terlebih dahulu.

Kucuran modal sebesar Rp 10 juta dari pendiri saat itu sangat membantu saya untuk terus mencari cara.

Mulailah disusun organisasi usaha kecil, supaya kelak segala aktifitas khususnya penerimaan dan pengeluaran dana dapat dipertanggungjawabkan jika tersusun organisasinya dengan baik.

Untuk pengembangan saya menghubungi teman saya di PT Yoshugi Media Yogyakarta yang heboh karena kesuksesannya menjual panci ke seluruh dunia. Namun untuk awal kami mendapat kesempatan untuk ikut menjual ARMOURA.

Lantas kami sepakat untuk mendirikan usaha dengan nama SIMANDIRI.

Simandiri
Pendiri Simandiri ketika rehat. Masih di Lab SMK, kemudian pindah ke Pesantren NH.

Perjalanan yang seru dalam mempelajari bisnis online untuk hidup dan menghidupi.

Sayangnya, modal yang kecil itu belum terpakai untuk yang semestinya, sudah ditarik kembali.

Namun saya dan semua anak-anak yang sudaha bersemangat itu tidak berkecil hati. Kebaikan PT Yoshugi untuk memberikan akses tanpa modal dengan menjual Armoura tadi berjalan baik. Walau wasih kecil. Setidaknya semua sudah mulai kebagian penghasilan dari penjualan. Ada yang mulai bisa dirasakan oleh semuanya dari sebuah usaha rintisa.

Cukup menggembirakan.

Lagi-lagi kami mendapat “degradasi semangat” untuk melanjutkan usaha ini. Komputer milik SMK semua ditarik oleh pihak sekolah atau pihak yayasan. Padahal konon komputer yang kami gunakan, hanya 10 buah. Yang mungkin pada saat itu tidak mengganggu karena konon yang kami gunakan adalah komputer yang bisa dikatakan berlebih. Tapi entahlah.

Intinya komputer semua kosong. Hanya ruangan dan meja-meja yang sudah dimodifikasi di salah satu ruang pesantren yang tersisa.

Tentu saja kejadian ini mengalami kebisuan yang mendadak di antara kami. Saya tak kuasa untuk mendatangkan komputer sebanyak 8 buah untuk digunakan para santri pesantren yang sudah bersemangat untuk berusaha. Jikapun harus menggunakan gadget, kebetulan kami bukan pemilik gadget yang memadai untuk usaha ini.

Semangat mulai hilang ketika 1 bulan kami bisa mendatangkan 3 buah komputer. Dan support pak Kyai. Namun, usaha kami tidak sesemangat dulu lagi seiring dengan penjualan di marketplace sudah tidak segencar dulu. Hal ini karena sebulan fakum. Tak ada kegiatan penjualan sama sekali. Kami sudah mulai mengandalkan iklan di marketplace otomatis sebulan tampilan produk menjadi sulit naik kembali.

Puncak berhentinya usaha ini adalah karena virus corona yang memunculkan kebijakan pemerintah dimana sekolah dan pesantren harus ditutup. Sekolah dan pesantren kosong.

Saya yang serba kekurangan di sana seakan tak memiliki daya untuk berbuat lebih jauh untuk mempertahankan Simandiri.

Saya mohon maaf.

Sementara THE END di Panumbangan.

Saya Kembali Ke Jatinangor

Seiring dengan habisnya kontrakan saya di Panumbangan, akhirnya saya kembali ke Jatinangor. Tempat saya pertama berlabuh dulu.

Pandemi virus ini membuat saya parno. Tak banyak yang bisa dikerjakan, selain ngurus hosting. Usaha kecil-kecil saya sejak dulu. Yang pelanggannya hanya teman-teman blogger.

Bagi orang yang fakir kreatifitas seperti saya, pandemi ini membuat saya mati gaya. Tak banyak yang dilakukan selain cari ide dan menghubungi banyak orang untuk berkegiatan.

Akhirnya adik saya, tepatnya adik sepupu dari bapak, menghubungi dan mengajak merintis usaha online kembali di Depok.

Akhirnya

Saat ini Saya Di Depok

Kota kecil yang dulu sempat belajar Affiliasi Amazon dan CPA di kota ini.

Kini bersama adik sepupu memaksimalkan fasilitas yang ada untuk berusaha paling tidak bisa menghidupi diri di kala pandemi yang entah sampai kapan akan berakhir.

Awalnya dimulai dengan “brainstorming”untuk melihat potensi yang ada. Kelak dapat menjurus ke satu bidang usaha yang baik dan panjang.

Melihat kegiatan saya sekarang ini, saya selalu teringat temen-temen seperjuangan di pesantren yang bersemangat untuk menjual Armoura dengan riang.

Sekilas tertanam, saya akan kembali ke Panumbangan, walau dengan suasana, usaha dan mungkin dengan Team serta suasa yang berbeda.


Sementara itu dulu. Segala kegiatan saya akan terungkap dengan sendiri dari beberapa tulisan dan video yang akan segera di terbitkan di blog ini.

Akhirnya Simandiri saya kelola sendiri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here