Saat ini Youtube dan Tik Tok sedang naik daun. Banyak artis dan presenter yang dulu kerap kita kenal lewat televisi kini membuka chanel di youtube. Itu berkat Youtube mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Dulu, ketika saya berbisnis CPA, youtube kerap dijadikan media untuk mengiklankan link. Mirip brosur yang dibagikan di perempatan atau lampu merah. Untuk konten movie misalnya, dulu youtube dipenuhi oleh potongan film yang mengarahkan pada sebuah link situs berbayar.

Kini youtube lebih “bersih”. Dipenuhi konten-konten yang lucu, tutorial, film, wawancara dan beberapa banyak lagi yang mungkin berguna untuk Anda.

Mendadak Jadi Youtuber.

Mudahnya akses upload ke youtube dan informasi mendapat penghasilan yang tidak terbatas, serta mudahnya membuat video yang hanya dari smarphone saja, banyak yang mendadak jadi youtuber.

Daya tarik youtube memang luar bisa. Siapa nyana hanya mancing belut di sawah, iseng dibuat video, diupload ke youtube akan mendapat view yang melimpah bahkan sampai jutaan.

menjadi youtuber

Inilah yang membuat “iri” seorang kawan yang jago main gitar dan menjadi penyanyi di kampungnya untuk membuat video. Sayangnya beliaunya ini kalah berani dengan pemancing belut tadi.

Demikian pula saya tidak berhasil menjadi youtuber padahal sudah sejak dua tahun yang lalu. Mungkin karena youtube saya hanya dijadikan tempat penyimpanan video untuk tutorial berbayar (sekarang saya coba gratiskan) yang diharapkan datang ke web.

Nah, mumpung sedang muncul “memikirkan youtube” saya coba mempelajarinya. Semua semua kegiatan saya yang dianggap perlu divideokan saya coba diupload ke youtube menyusul video tutorial yang dulu sudah dibuat.

Jadi saran saya, abadikan kegiatan yang legal Anda dalam bentuk video. Apapun. Siapa tahu disukai oleh para penonton Youtube.

Sayapun demikian. Mau ada penontonnya atau tidak … Saya upload.

Channel Youtube Saya di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here