santri yotuber

Saya sengaja menulis ini karena teringat ada permintaan dari salah satu pimpinan Pesantren di Panumbangan Ciamis, untuk diskusi tentang optimalisasi video dan youtube di Pesantren. Belum sempat diskusi saya sudah meninggalkan Panumbangan karena alasan sebagaimana yang sudah saya ceritakan sebelumnya.

Malam tadi saya teringat, dan mencoba untuk membuat sebuah video, namun terkendala beberapa hal jadinya saya coba tulis saja di blog supaya tidak kelupaan lagi.

Dan, sebagaimana pernah saya tulis, bahwa era sekarang adalah era dimana segalanya diabadikan lewat video, jadi kita manfaatkan moment ini dengan baik alias terlibat di dalamnya termasuk di Pesantren.

Usulan Saya Untuk Youtuber di Pesantren

Saya hampir 1 tahun berhubungan dengan pesantren walaupun tidak menjadi santri. Namun hubungan singkat tersebut memunculkan daya tarik untuk dekat dengan pesantren karena banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Kehidupan Yang Unik

Uniknya pesantren adalah terlihat dari kyai dan santri di dalam bangunan pesantren. Seakan terisolasi dari dunia luar karena hidup di dalam pesantren yang lebih menitik beratkan pada belajar keagamaan alias mengaji dan mempelajari kitab. Sesekali memang ke luar pesantren untuk belanja kebutuhan atau untuk keperluan lain yang memang dianggap perlu.

Banyak tradisi yang menarik yang dapat diungkap dari sisi ini, seperti halnya tradisi “ngaliwet”untuk para santri di Ciamis. Hal ini terlihat ketika penulis melihat dari dekat pada Hari Santri, ada acara mungkin tepatnya disebut 1000 liwet yang dihidangkan bersama di tengah lapangan sepak bola.

Tentu saja masih banyak yang bisa diangkat dari keunikan dan kebiasaan santri dan ustadz di youtube yang menjadi daya tarik terutama mereka yang memang tertarik dan berniat untuk nyantri.

2. Kegiatan Mengaji atau Materi Pengajian

Materi ini sangat banyak sekali yang bisa dijadikan materi video. Ulasan Kitab yang melimpah adalah bahan dasar untuk membuat video. Metodenya bisa jadi banyak lantas dijadikan sebuah materi dalam learning management system dengan basis moodle atau wordpress. Semua bisa dipelajari dan dikembangkan oleh santri karena mereka cerdas-cerdas dan tidak kalah kreatif.

3. Lingkungan Sekitar Pesantren

Banyak suasana lingkungan pesantren yang bisa diungkap. Di Panumbangan misalnya, lingkungan yang banyak berdiri dan dipengaruhi oleh peternakan ayam akan menjadi konten yang menarik. Kehidupan peternak bahkan cara beternak ayam yang baik salah satu yang bisa mendatangkan view yang melimpah.

Saya melihat bahwa saat ini suasana bergaul dan berkegiatan di pedesaan banyak mendapatkan view yang melimpah bahkan sampai jutaan. Coba saya di search youtube ketikan “ngala belut” atau “menanam lele”, terlihat view videonya mendapat perhatian pemirsa.

4. Kreatifitas Santri

Saya teringat Gubernur Jawa Barat mencanangkan OPOP, One Pesantren One Product. Jika produk ini dikemas dengan baik dalam pembuatan dan hasilnya, tidak tertutup kemungkinan akan mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Demikian pula video yang diunggah akan mendapat view yang tidak sedikit selagi dibuat dengan serius.

5. Banyak Lagi

Ah kalian para santri, lebih kreatif dan pengetahuannya melimpah dari pada saya. Ayo gali terus.

Langkah Awal

Saran saya, seriusilah dunia ini. Supaya tidak ketinggalan momentum dan menghasilkan untuk pengembangan santri dan pesantren. Jadikan memvideokan menjadi rutinitas untuk mendapatkan penghasilan dari Youtube.

Langkah awal yang saya sarankan.

  • Melimpahnya sumber daya santri, sangat mudah untuk memilih mereka yang kreatif dan membentuk Production House kecil-kecilan.
  • Membentuk Tim Kreatif untuk membuat konten yang berkualitas dan menarik.
  • Inventarisir kebutuhan penting. Saat ini handphone dapat dijadikan senjata utama untuk membuat video awal sebelum melangkah ke investasi peralatan yang lebih canggih.
  • Organisasikan usaha ini seperti membentuk kepengurusan OSIS.
  • Koordinasikan dengan pimpinan pesantren untuk membuat unit kegiatan santri ini siapa tahu pak Kyai akan membantu dalam pengadaan fasilitas baik peralatan maupun untuk pengembangan materi.
  • Sisihkan waktu untuk belajar cara mendapatkan visitor baik dari youtube sendiri ataupun media sosial. Media sosial sangat menarik karena teman-teman santri yang melimpah di facebook akan menjadi yang pertama mereka melihat youtube sebelum mendapat visitor organik dari search engine.

Sementara itu usulan dari saya terutama untuk para Santri yang pernah kerja sama dengan saya di Panumbangan.

Jika ada pengunjung dan punya tambahan usulan, silakan sampaikan di komentar ya! Gatis kok.

 

SHARE
Previous articleWorld of Warcraft, Alasan Saya Menyukai Game Online Ini
Next articleMenjadi “Pengamat” Youtuber Terlebih Dahulu
Nama aslinya Yayat. Blogging sejak tahun 2009, kemudian jeda seiring kedibukan di internet marketing / CPA. Suka fotografi dan saat ini sedang merencanakan untuk keliling Indonesia dalam rangka menyusun Direktori Batik, Kain Tenun dan Kerajinan Tangan asli Indonesia. Mohon dukungannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here