candra istyawan

Saya dikasih tahu oleh kawan nongkrong ketika masih di Panumbangan tentang channel Youtube Candra Istyawan yang memiliki konten belut dengan view yang melimpah.

Tidak pernah terpikirkan bagi saya yang waktu kecil sering ngikutin temen saya untuk “ngala belut”, menyisir dari satu sawah ke sawah lain.

Dan, di Panumbangan saat itu tidak terpikirkan pula untuk membuat konten yang sama. Padahal saya memiliki kelompok A2B yang hari-harinya penuh dengan aktifitas selayaknya warga di pedesaan. Saat itu saya bersama anak-anak pesantren disibukkan dengan pemasaran Armoura.

Candra Istyawan dan Konten Belutnya.

Entah dari mana ide memulai untuk membuat konten belut. Saya coba menelusuri channel youtubena.

Awalnya mengupload tentang bebek. telur asin sampai pada motor. Mancing belut baru dimulai sekira 2 tahun yang lalu dan mendapat view yang melimpah.

Video ini yang mendapat view lebih dari 1,7 juta. 

Mungkin dari sini semangat untuk upload belut tumbuh dan sampai saat ini saya melihat konsisten dengan belut.

Dalam bahasa Sunda khususnya daerah Tasikmalaya dan Ciamis, mancing belut diistilahkan “Ngurek“. Berbeda dengan mancing ikan yang dinamai “nguseup“.

Kegiatan berburu belut dari sawah ke sawah memang seru. Sensasi yang didapat adalah ketika menarik belut sampai mulus buntutnya keluar dari permukaan sawah. Selain itu kulitnya yang licin memerlukan trik tersendiri untuk dapat melepaskan belut dari kail. Terlebih kail yang digunakan untuk memancing ikan. Perlu kesabaran untuk melepaskan kailnya.

Hal-hal yang menjadi daya tarik inilah mungkin Canda Istyawan melirik belut menjadi konten selain ketiban limpahan view dua tahun yang lalu itu.

Setiap video yang diuplodnya kini telah ditonton lebih dari puluhan ribu bahkan ada yang sampai hampir 10 juta.  Memang tidak sebanyak dan seheboh Rans Entertainment atau Gus Aldi. Tapi dari sisi konten dan perjuangan, youtuber ini tidak kalah kegigihannya untuk menjadi youtuber.

Sesekali Candra berkolaborasi dengan youtuber lain. Selain untuk menambah ilmu di bidang peryoutuban juga untuk menambah konten dan view sebagaimana pesohor youtube lainnya.

Pelajaran yang bisa diambil dari Candra bagi saya adalah :

  • Konten menarik, unik dan informatif memiliki perhatian lebih dari pemirsa.
  • Menggunakan peralatan yang dimiliki untuk berkarya.
  • Konsisten untuk terus beraktifitas dan upload ke youtube.

Ngala belut hasilnya memang tidak seberapa. Saya tahu karena istri saya suka belanja belut. Akan tetapi menjadi youtuber konten belut adalah kreator konten yang bisa jadi akan memiliki penghasilan yang luar biasa.

Hamasah Kang Candra. Anda hebat.


Foto : Canda Istyawan Channel.

 

SHARE
Previous articleAndriawan Pratikto, Salut Melirik Angkutan Jadi Konten
Next articleChannel Belajar Menggambar Ini Sangat Kreatif
Nama aslinya Yayat. Blogging sejak tahun 2009, kemudian jeda seiring kedibukan di internet marketing / CPA. Suka fotografi dan saat ini sedang merencanakan untuk keliling Indonesia dalam rangka menyusun Direktori Batik, Kain Tenun dan Kerajinan Tangan asli Indonesia. Mohon dukungannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here