Semalam coba diskusi dengan teman fotografer tentang kamera yang cocok untuk perjalanan terlebih untuk keliling Indonesia. Lumayan alot juga sih karena masing-masing punya pandangan dan tidak terlepas dari kesukaan. Misal, jika teman saya keukeuh dengan DSLR karena bagi fotografer, keribetan dan beratnya beban bukan jadi masalah jika outputnya adalah hasil jarya fotografi, sementara saya lebih menyukai mirrorles karena kualitas relatif sama dan mudah dimasukkan ke rompi saya.

Masing-masing punya pandangan dan tidak ada yang bisa disalahkan satu pointpun. Hanya saya kok sepakat dengan pandangannya kalau ada pemisahan untuk kamera foto dan video. Karena jika keduanya digunakan, lantas salah satu ada kerusakan akan selesai misi yang diemban apalagi jika sudah mengunjungi pelosok yang sulit service atau membeli lagi. Saya lebih menimpali apalagi kondisi dana yang sangat mefet.

Kamera Yang Cocok Untuk Traveling

Saya memiliki pandangan kalau era sekarang mirrorless sangat bagus untuk fotografi. Bahkan kalau perlu cukup hanya membawa handphone saja karena saat ini handphone banyak yang menghasilkan foto yang baik.

Tapi entah kenapa karena mungkin saya belum pernah menggunakan handphone flagship untuk fotografi, saya tetap berpegang kepada kamera foto. Terlebih untuk memotret produk seperti batik, kerajinan tangan dan kain tenun, yang akan dijadikan obyek dalah sebuah buku.

Saya pernah menggunakan mirrorless Olympus dan Fujifilm tiga tahun ke belakang. Hasilnya sangat memenuhi ekspektasi saya. Walaupun keduanya dalam kasta terendah.

Foto ini menggunakan Fujifilm X-M1

Dari sisi body dan lensa, ketika jalan-jalan cukup dimasukkan ke saku rompi saya, dan langsung ngacir menyusuri jalan. Ketika akan memotret tinggal ngambil dari saku, dan jebred ajah.

Lensa yang mungkin penting. Lensa zoom kelihatannya lebih mudah dibanding membawa lensa fix. Lensa zoom yang lebar bisa tele juga bisa. Jika di fujifilm lensa 18-55 kelihatannya oke karena memiliki bukaan sampai 2.8. Sedangkan untuk olympus 12-40 kelihatannya oke walau agak besar tapi hasilnya oke punya dan bukaannya fix di 2.8.

Selain itu, flash harus hadir. Selain untuk mengantisipasi memotret yang kurang cahaya juga kita bisa memainkan backlight yang artistik, selain juga untuk membekukan objek. Banyak pilihan dari yang murah sampai yang mahal. Selama ini Yong Nuo sering membantu saya untuk memberikan fungsinya.

Terakhir adalah tridpod. Sangat penting supaya kita bisa memotret dengan tajam. Tripod yang murah kini berkeliharan di olshop dengan fungsi yang tidak kalah dengan tripod mahal.

Kamera Handphone

Sebetulnya saya sangat tertantang juga untuk memotret dengan kamera handphone. Jika melihat reviewer di youtube, banyak handphone era masa kini yang siap melayani kebutuhan fotografi. Bahkan salah seorang youtuber ada yang laku fotonya di shutterstock. Padahal web untuk jual foto itu kita tahu mensyaratkan yang rumit untuk sebuah foto. Dia bisa menjualnya dari hasil iphone 5. Luar biasa kan?

Foto ini menggunakan Samsung A20s ketika saya memotret untuk suasana sekitar kaki GunungSawal,

Sangat luar biasa jika perjalanan kita tidak ribet. Dengan hanya membawa hape semua kebutuhan perjalanan terpenuhi. Beetelepon, bermedsos, memotret dan video.

Diskusi segala hal dengan beberapa teman ini adalah sebagai bagian dari aktifitas saya sebelum melakukan  perjalanan keliling Indonesia.

 

 

SHARE
Previous articleAktifitas Kami Sebelum Melakukan Perjalanan Keliling Indonesia
Next articleOptimisasi Media Sosial – Semua Serba Baru
Nama aslinya Yayat. Blogging sejak tahun 2009, kemudian jeda seiring kedibukan di internet marketing / CPA. Suka fotografi dan saat ini sedang merencanakan untuk keliling Indonesia dalam rangka menyusun Direktori Batik, Kain Tenun dan Kerajinan Tangan asli Indonesia. Mohon dukungannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here