pengrajin batik

Herman, teman saya  bertanya kepada saya sambil terherman eh terheran-heran kenapa batik, kain tenun dan kerajinan tangan nusantara yang menjadi objek keliling Indonesia, bukan tempat destinasi wisata yang sudah banyak penggemarnya dan indah untuk difoto? Koleksi fotonya bisa dijual.

Oke sob, aku jawab di sini kebetulan jadi ide postingan.

Jadi harap maklum saja kadang pertanyaan suka jadi ide. Apapun suka menjadi bahan tulisan oleh blogger pemula seperti saya. (Jadi inget saya dulu punya blog namanya bloggerpemula.com)

Ini Alasan Kenapa Batik, Kain Tenun dan Kerajinan Tangan Menjadi Objek Keliling Indonesia

Pertama jika destinasi wisata adalah yang utama, sudah banyak mereka yang meliput. Tidak hanya saya yang sudah keliling Indonesia. Mereka ada yang sudah lebih dulu, ada yang nekat bawa mobil sendiri, naik motor, bahkan naik sepeda onthel dan jalan kaki. Ada yang masih berlangsung, ada yang masih rencana bahkan keinginan seperti yang saya dapatka sumbernya dari Quora.

Wisata dan hal-hal yang penting untuk diabadikan biarkan menjadi pelengkap yang memperkaya perjalanan. Sebagaimana laiknya tukang foto atau kerennya fotografer traveling pastilah kalau ada moment atau tempat yang menarik pasti aku jepret dengan tanpa keraguan. Tempat wisata akan menjadi tujuan kedua. Penting juga. Sayang kan jauh-jauh, misalnya saya ke Bukittinggi tapi tidak memotret jam gadang. Atau saya ke Pacitan tapi melupakan Pantai Klayar.

Kedua, sekali lagi belum ada Direktori yang lengkap untuk batik, kain tenun dan kerajinan Nusantara dalam bentuk yang lengkap. Saya membayangkan membuat buku tentang itu semua dalam bentuk yang tebal. Ada penerbit yang minat atau tidak urusan nanti. Karena karyanyapun belum ada. Fotonya masih di awang-awang. Jadi paling tidak orang seperti saya yang dulu mencari referensi tentang ketiga komoditas tersebut paling tidak gak ada kesulitan untuk mendapatkannya.

Saya pengen buat kayak gini untuk batik, kain tenun dan kerajinan tangan se Indonesia. Kebayang kan? ***sumber foto wikipedia

Ketiga, saya adalah penggemar membuat blog dan web. Pengen melangkah ke arah yang lebih tinggi. Siapa tahu dengan usai berkeliling ini saya bisa membuat sebuah marketplace khusus kerajinan hasil karya anak negeri. Dulu ada di qlapa.com tapi sekarang kayaknya tutup. Paling tidak saya mendapatkan vendor yang saya kunjungi sendiri.

Keempat, saya tidak pandai menyanyi apalagi menari. Tidak memiliki karya luar biasa. Seumur hidup harus punya lah satu yang dibanggakan. Mumpung saya sudah tua jadi jangan sampai ketinggalan dengan yang muda-muda.

Kelima, multiflier effeknya kelihatannya akan banyak. Sedikit halu memang. Ya semuanya halu karena belum dilaksanakan alias masih ngolah rencana dengan matang. Saat ini masih di dalam kepala saya dan orang-orang yang diajak diskusi. Terima kasih kepada yang dukung dan mendoakan, akan lebih lengkap jika sama diskusinya.

Alasan Kenapa Menggunakan Metode Backpacking?

Pertama saya kondisi sedang quesmin. Tidak punya apapun. Jadi apa yang saya bawa itulah yang saya bisa.

Akan membawa peralatan seringkas mungkin. Maklum dah gak muda lagi. Ini pun foto 5 tahun yang lalu waktu di Surabaya.

Kedua, jika membawa kendaraan kelihatannya akan ribet. Banyak yang harus dipertimbangkan dan itu jatuhnya biaya akan lebih mahal. Perjalanan ini melibatkan transportasi darat, laut dan udara. Harus seefisien mungkin. Membawa diri saja kadang susah ha ha. Kamerapun mungkin akan yang ringkas dan terjangkau.

Ketiga, ada info yang bisa diberikan jika jalan tidak membawa kendaraan. Informasi transportasi publik dari daerah A ke daerah B termasuk ongkosnya. Asyik kan?

Jadi itulah sedikit ulasan menjawab pertanyaan teman. Saat ini saya sedang banyak jalan dan banyak diskusi terutama dengan oprang-orang yang saya lewati ketika berlatih dalam bentuk jalan pagi paling tidak 5 – 10 km di sekitar Depok dan Bojong Gede.

Ringkasan Rencana ada Di Sani, Sob. Klik ajah ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here