Panumbangan

Ide mendirikan Gunung Sawal Dot Com adalah ketika masih di Panumbangan. Untuk mengisi kekosongan ketika business center di SMK dan Pesantren mengalami kevakuman ketika komputer ditarik oleh pihak Yayasan.

Sebelumnya bolehlah untuk membaca kisah saya di Panumbangan.

Melihat luasnya potensi cerita yang bisa diangkat dalam sebuah portal berita dari Lereng Gunung Sawal, maka maka dibuatlah portal tersebut. Tentu saja atas dukungan pihak kami yang terlibat waktu itu dalam kelompok Simandiri.

Gunung Sawal Dot Com

Kami mencoba untuk membuat sebuah list kecamatan yang ada atau bersentuhan langsung dengan Lereng Gunung Sawal. Kalau tidak salah ada 11 kecamatan. Dan mulai berkeliling dari berbagai sisi dari gunung yang menjadi kebanggaan masyrakat Ciamis ini.

Gunung Sawal memang menarik. Karena masyrakatnya yang unik dan penuh semangat dalam segala usaha. Yang bisa diceritakan sangat melimpah. Dari sisi ekonomi dalam arti usaha rakyat, sosial, bahkan budaya setempat dan kesenian daerah yang masih semarak. Kita tahu bahwa Wawan Ajen sang pendiri Wayang Ajen yang sekarang sudah menjadi birokrat di Kemetrian Ekonomi Kreatif adalah berasalah dari lereng Gunung Sawal tepatnya dari desa Jayagiri.  Selain itu masih banyak tokoh muda dan senior yang adalah putera daerah Ciamis khususnya lahir dari Penghuni Lereng Gunung Sawal.

Dari sinilah sisi optimis Gunung Sawal Dot Com lahir dengan segala keterbatasan.

Awalnya kami memiliki semangat sehingga bisa menarik seseorang yang tertarik di dunia tulis menulis. Kami mulai dengan liputan dengan skala terbatas. Hanya masih seputar Panumbangan, Panjalu, Cihaur Beuti dan sekitarnya. Terakhir baru menyentuh Kawali dengan meliput situs tua yang diberi nama Situs Astana Gede Kawali.

Sayang, semangat memudar. Mungkin dari sisi dukungan dari pihak lain belum muncul dan masih banyak keraguan kalau web ini akan langgeng.

Saya meyakini juga begitu. Keterbatasan saya sebagai salah satu pengelola, mungkin tidak akan berjalan jika harus sendiri melakukan pengelolaan. Akhirnya ketika pandemi mulai muncul seiring dengan kontrakan atau tempat tinggal di Panumbangan habis, maka terlupakan juga website ini.

Belakangan ada keanehan. dalam beberapa minggu terakhir, banyak yang mulai menyukai Gunung Sawal manakala sewa domain sudah habis. Paling tidak di fanspage Facebook Gunung Sawal banyak yang menyukai. Paling tidak 5 – 10 orang mulai memencet tombol manakala Gunung Sawal Dot Com sudah tidak aktif.

Ya itulah. Internet masih dipandang dunia maya yang secara instan dapat menghidupi diri sendiri. Padahal semuanya perlu proses.

Saya sedang berfikir bagaimana untuk melanjutkan atau memberdayakan fanspage ini. Paling tidak yang menyukai gunung sawal dot com tidak dikecawakan ketika memencet tombol tapi tak memberi manfaat.

Saya ingin menghidupkannya kembali. Sejujurnya hanya memperpanjang domain saja sudah selesai. Namun tentu saja tidak sebatas itu.

Saya harus berfikir keras untuk dapat memberdayakan lantas kemudian memberikan manfaat kepada banyak orang paling tidak untuk Penghuni Lereng Gunung Sawal.

Saya menyukai dunia internet dan blogging. Namun untuk mengelola Gunug Sawal Dot Com memerlukan kerjasama dengan pihak-pihak yang memiliki semangat yang sama. Insya Allah ke depan akan memberikan manfaat dan hasil yang sesuai dengan harapan terlebih saya sedang merencanakan untuk Keliling Indonesia.

Intinya mengelola web itu tidak bisa instan namun butuh proses yang panjang. Semacam investasi lah. Pengalaman mengatakan membunuh sebuah web adalah pekerjaan yang akan membuat menyesal di kemudian hari.

Itulah, harapan saya, semoga saja ada yang berminat untuk melanjutkan Gunung Sawal Dot Com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here